Sejarah

Sejarah Save Railfans Indo (SRI) adalah aliansi komunitas dan WhatsApp Group Railfans yang didirikan tanggal 15 Oktober 2018. Dilatarbelakangi kasus pembajakan foto. Kini memiliki 6 komunitas dan 3 WhatsApp Group binaan.

Walaupun oleh sebagian dianggap hal biasa tapi tidak buat kami. Inilah prinsip yang dipegang sewaktu pertama kali mendirikan aliansi ini. Dilatarbelakangi pembajakan foto oleh @railfans_sejati_ begitulah ID-nya di Instagram.

Bukan cuma fotonya yang dibajak tapi juga captionnya ngawur. Banyak Railfans yang geram dengan kelakuannya. Terutama sebagian pemilik WhatsApp Group. Gerah dengan semua itu akhirnya kami semua sepakat membentuk semacam aliansi bernama SBF (Stop Bajak Foto), 15 Oktober 2018.

SBF (Stop Bajak Foto) didirikan oleh 4 Railfans dan 1 Bismania. Rinciannya:

  • 4 Railfans masing-masing 2 dari Lodaya Bandung (mewakili Para Pecandu Kereta), 1 dari KSI.ID (Komunitas Spoor Indonesia) dan 1 dari KSRF (Kedung Sepur RailFans)
  • 1 Bismania dari Bismania Pulogebang.

Setelah mendirikan SBF mulailah banyak yang gabung di grup Instagram dan WhatsApp. Lantas merundingkan apa langkah selanjutnya. Menindaklanjuti kelakuan si @railfans_sejati_ yang berlaga mengangkat diri sebagai Mahamaster.

Akhirnya sepakatlah kita semua untuk menguji orang ini dengan 100 soal yang dinamakan Ujian Para Master Online (UPMO). Target utama kita memang pemilik akun itu. Namun dalam perjalanannya justru banyak yang coba mengerjakan soal-soal tersebut.

Jadi sambil menunggu kemunculan si master. Kita buka aja UPMO. Siapapun boleh coba menjajal 100 soal tersebut. Secara UPMO-nya juga bisa diakses dari situs Lodaya Bandung. Karena waktu itu SBF belum punya halaman web atau blog sendiri.

Dari SBF (Stop Bajak Foto) ke SRI (Save Railfans Indo)

Dalam perjalanannya ternyata SBF nggak hanya menangani kasus pembajakan foto. Lebih dari itu juga ikut menangani para perusuh di dunia Railfans. Perusuh ini kadang bikin geram sebagian besar Railfans. Meski ada aja yang cuek dan nggak mau ambil pusing.

Di antara perusuh itu ada yang kerap meneror admin WhatsApp Grup. Memaksa minta dimasukkan hingga dijadikan admin. Nah giliran jadi admin grup diacak-acak. Semua anggota terutama yang tak disukainya dikeluarka tanpa alasan.

Karena urusannya bukan sekedar kasus pembajakan foto. Nama SBF (Stop Bajak Foto) jadi dianggap nggak lagi relevan. Semua pendiri sepakat untuk mengganti nama SBF jadi SRI (Save Railfans Indo). Arti dari nama ini ialah selamatkan Railfans Indo dari pembajakan foto dan para perusuh.

Diarahkan Jadi Komunitas

Menjelang akhir tahun 2018, Save Railfans Indo mulai diarahkan jadi komunitas. Waktu itu ditimbang-timbang mau dimana pusatnya. Awalnya ingin di Semarang dengan pertimbangan peran dari perwakilan Komunitas KSRF (Kedung Sepur Rail Fans).

Namun setelah berunding panjang lebar akhirnya Bandung ditetapkan sebagai homebase pusat Save Railfans Indo. Pertimbangannya karena peran Lodaya Bandung dianggap lebih besar daripada KSRF. Dari sini kemudian diarahkan jadi komunitas.

WhatsApp Grup yang tadinya cuma satu ditambah lagi. Satu buat pengurus, satunya lagi buat anggota. Desember 2018 Save Railfans Indo mulai Open Recruitment. Sejumlah Railfans pun mendaftar untuk jadi anggota.

Kembali ke Aliansi

6 Januari 2019 seleksi pun dimulai. Hasilnya tersaring sebanyak 100an anggota. Mirisnya meski pusat di Bandung, tapi Daop 2 cuma kebagian 5 orang saja dari seleksi anggota angkatan pertama. Jika ditotal sama 2 orang pimpinan yang berasal dari Daop 2, semuanya cuma 7 orang saja.

Daop 1 dan Daop 8 paling banyak kebagian anggota. Bahkan Daop 4 Semarang yang perannya cukup besar pun cuma kebagian sekitar 4-5 orang saja. Belum lagi Daop 5, 6, dan 7. Bahkan Daop 3 dan 9 nggak kebagian anggota sama sekali.

Jomplangnya proses seleksi Save Railfans Indo (SRI) ini akhirnya mau nggak mau memaksa pimpinan untuk melakukan semacam terobosan. Nggak mungkin terus melakukan seleksi dengan cara seperti ini. Dirasa kurang adil juga.

Menjelang rekrutmen angkatan ke-2, Maret 2019, komunitas Lodaya Bandung di Daop 2 mengadakan rekrutmen sendiri melalui dua jalur yakni Kontes Foto Para Pecandu Kereta (PPK) dan Recruitment on The Spot (ROTS).

Lewat jalur seleksi lokal tersebut, Lodaya Bandung kini jadi komunitas anggota aliansi Save Railfans Indo (SRI) dengan jumlah anggota terbanyak. Bahkan kepengurusan aliansi SRI pun didominasi Lodaya Bandung.

Karena kurang cocok jadi komunitas dengan segala hal yang sifatnya terpusat. SRI kembali jadi aliansi. Proses seleksi terpusat memang masih berjalan. Tapi masing-masing wilayah diperbolehkan mengadakan rekrutmen yang sifatnya lokal.

Kembalinya Save Railfans Indo (SRI) sebagai aliansi, tercatat ada 6 komunitas dan 3 WhatsApp Group Binaan. Antaralain:

A. Komunitas

  • Batavia Railway (Daop 1)
  • Lodaya Bandung (Daop 2)
  • Kedung Sepur Railfans / KSRF (Daop 4)
  • Serajoe Railway (Daop 5)
  • Keraton Bengawan Railfans /KBRF (Daop 6)
  • Wilis Railway (Daop 7)

B. Grup Binaan

  • Potret Foto KAI
  • Railfans Enthusiast
  • Sepur Fans Indonesia (SFI)